-->

Panduan Lengkap Cara Ternak Jangkrik Bagi Pemula

Jangkrik adalah hewan pemakan segala (omnivora) yang memiliki suara khas. Jangkrik termasuk hewan yang aktif pada malam hari (nokturnal). Pada umumnya jangkrik berumur pendek yakni sekitar 80-90 hari. Selama hidupnya jangkrik bermetamorfosis sekitar 3-4 kali sampai menjadi jangkrik dewasa.


Jangkrik seringkali dijadikan sebagai pakan hewan seperti ikan, reptil, dan burung serta untuk memancing. Terlebih lagi sekarang ini sudah banyak orang yang memelihara burung dan hobi memancing, sehingga ternak jangkrik merupakan peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Sekarang ini sudah banyak orang yang sukses dalam beternak jangkrik, bahkan boleh dikatakan usaha ini termasuk usaha yang tidak terlalu membutuhkan modal yang besar namun sangat menguntungkan. Selain itu beternak jangkrik juga sangat mudah dilakukan bahkan bagi pemula.

Bagi kamu yang ingin memulai usaha ternak jangkrik sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tahapan-tahapan yang harus dilakukan agar dapat sukses dalam berternak jangkrik. Silahkan simak penjelasannya berikut ini.

Cara Ternak Jangkrik

1. Persiapan Lokasi Kandang

Tahapan pertama yang harus dipersiapkan dalam memulai usaha ternak jangkrik adalah lokasi kandang. Sebaiknya pilih lokasi kandang untuk ternak jangkrik yang jauh dari keramaian, bebas dari predator dan terhindar dari sinar matahari langsung serta memiliki sirkulasi udara yang baik. Lokasi kandang ini nantinya digunakan untuk meletakkan kotak yang berisi jangkrik.

2.  Membuat Kotak

Setelah lokasi kandang ditentukan maka langkah selanjutnya adalah membuat kotak untuk tempat jangkrik tinggal. Kotak tempat jangkrik bisanya terbuat jari triplek dengan tulang dari kayu reng atau kayu kaso. Untuk ukuran kotak bisa disesuaikan dengan kapasitas jangkrik yang ada, namun biasanya kotak jangkrik ini berukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi 40 cm.

3. Persiapan Media

Langkah selanjutnya jika kotak sudah siap adalah memasukkan media untuk jangkrik hidup didalam kotak. Masukkan bekas tatakan telor (Tre) atau bisa juga daun pisang yang sudah kering kedalam kotak. Kamu bisa juga mencampur keduanya agar lebih terkesan alami dan bervariasi.

4. Persiapan Pakan

Jika media hidup jangkrik sudah disiapkan selanjutnya kamu isi kotak dengan pakan dan minuman untuk jangkrik. Pakan jangkrik biasanya poer yang biasa digunakan untuk pakan anak ayam sedangkan untuk minumnya kamu bisa sediakan dari gedebong pisang yang sudah diiris tipis. Tambahkan juga sayuran hijau seperti daun ketela, daun singkong, sawi, kangkung dan lain-lain.

5. Persiapan Bibit Jangkrik

Selanjutnya jika semua sudah disiapkan maka bibit atau indukan jangkrik bisa langsung dimasukkan ke dalam kotak.Tanda jangkrik dewasa yang sudah siap kawin adalah jangkrik yang sudah bersayap. Untuk membedakan antara jangkrik jantan dengan betina, kamu dapat melihat pada bagian ekornya. Jangkrik jantan memiliki 2 jarum atau ekor sedangkan jangkrik betina memiliki 3 jarum atau ekor. Jarum atau ekor yang di tengah pada jangkrik betina berfungsi untuk meletakkan telur dalam pasir.

6. Mengawinkan Jangkrik

Saat bibit jangkrik sudah dipilih kemudian langkah selanjutnya adalah mengawinkan jangkrik. Untuk mengawinkan jangkrik kamu bisa memasukkan jangkrik jantan dan betina kedalam satu kotak dengan perbandingan 1 jantan berbanding 3 betina. Jika didalam kotak sudah terdengar suara krik...krik....krik...itu pertanda bahwa jangkrik jantan sedang merayu jangkrik betina. Tidak berselang lama kemungkinan besar jangkrik sudah kawin.

7. Persiapan Media Bertelur

Jika jangkrik sudah terlihat kawin maka siapkan nampan yang berisi pasir sebagai media jangkrik bertelur. Sebelum dimasukkan kedalam nampan usahakan pasir disaring terlebih dahulu dengan menggunakan saringan santan. Setelah pasir disaring lalu disemprot dengan menggunakan semprotan burung. Setelah pasir dirasa lembab dan tidak kering maka masukkan kedalam nampan lalu nampan di letakkan diatas eggtray yang ada pada kotak.

8. Masa Pemeraman Telur

Setelah 2 hari 2 malam nampan yang ada dalam kotak diambil untuk diperam dalam kain. Sebelum dimasukkan dalam kain terlebih dahulu bersihkan pasir bagian atas yang ada di nampan tadi untuk membuang kotoran jangkrik. Jika dirasa sudah cukup bersih maka pasir yang ada dalam nampan tadi bisa langsung dipindahkan ke kain kemudian diikat dan diletakkan pada tempat yang aman dari gangguan predator. Setiap 1 atau 2 hari sekali usahakan semprot kain yang berisi telur jangkrik tadi sehingga telur tetap dalam keadaan lembab.

9. Memisahkan Telur

Setelah telur jangkrik diperam sekitar 10 sampai 12 hari dan sudah terlihat ada telur yang mulai menetas, maka langkah selanjutnya adalah memisahkan telur jangkrik dari pasir. Siapkan saringan dan air serta kain. Kemudian air tersebut diaduk dan tuangkan sedikit demi sedikit ke saringan. setelah telur terkumpul disaringan lalu pindahkan ke kain, setelah itu telur di angin-anginkan.

10. Persiapan Tempat Anakan Menetas

Sebelum telur jangkrik menetas maka persiapkan dahulu kotak untuk anakan jangkrik tinggal. Pertama siapkan kotak kemudian isi kotak tersebut dengan tatakan telur (eggtray) atau bisa juga isi dengan klaras pisang. Susun media tersebut sedemikian rupa agar terlihat rapi dan nyaman untuk ditinggali jangkrik.

11. Masa Penetasan atau Penebaran Telur

Setelah Telur Jangkrik disaring untuk memisahkannya dengan pasir dan di angin-anginkan maka langkah selanjutnya letakkan telur tersebut kedalam kotak untuk anakan jangkrik yang sudah disiapkan tadi. Sekitar 2 atau 3 hari biasanya telur sudah menetas.

12. Pemberian Pakan 

Setelah telur jangkrik menetas maka kita harus menyiapkan pakan untuk anakan. Jangkrik yang berusia antara 1-10 hari diberi pakan berupa pakan ayam kecil (voor) yang sudah dihaluskan. Untuk memudahkan anakan jangkrik makan, maka pakan tadi bisa ditebarkan di dalam kotak. Jika usia anakan sudah menginjak 10 hari maka bisa diberikan sayuran hijau.

13. Pemeliharaan Kandang atau Kotak

Kebersihan kandang yang penting agar jangkrik tetap sehat dan tidak mudah mati serta terhindar dari dari hama penyakit. Oleh karena itu usahakan bersihkan kandang atau kotak jangkrik secara berkala. Buang sisa pakan yang sudah terlihat layu dan berjamur.

14. Masa Panen

Biasanya pemanenan jangkrik dilakukan pada usia sekitar 28-30 hari. Jika Pemeliharaan jangkrik dilakukan secara optimal maka kemungkinan panen jangkrik sudah bisa dilakukan pada usia 22-25 hari. Kebanyakan para peternak jangkrik lebih memilih untuk menjual telur jangkrik daripada langsung menjual jangkriknya. Hal ini karena telur jangkrik memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di pasaran.

Usaha Ternak jangkrik bisa dijadikan sebagai salah satu kerjaan yang menguntungkan sekaligus menyenangkan karena cukup mudah untuk di jalankan. 

Itulah panduan dalam usaha ternak jangkrik untuk pemula. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kita semua. Terima kasih atas kunjungannya.

Labels: Info Menarik, Tips

Thanks for reading Panduan Lengkap Cara Ternak Jangkrik Bagi Pemula. Please share this article.

Share:

0 Komentar untuk "Panduan Lengkap Cara Ternak Jangkrik Bagi Pemula"

1. Berkomentarlah sesuai topik
2. Komentar yang mengandung unsur negatif akan di hapus
3. Agar lebih cepat mendapatkan balasan follow google plus admin
4. Jangan lupa centang pada "Notify Me" agar lebih mudah mengetahui balasan komentar anda
Atas saran dan kritiknya saya mengucapkan terima kasih